follow us

Prosedur dan Syarat Jual Beli Tanah Di Indonesia

Pentingnya mengetahui syarat dan prosedur jual beli tanah - Dalam hukum jual beli tanah atau lahan di indonesia sudah diatur sesuai undang - undang. Kita harus taati syarat dan prosedur pembelian maupun penjualan tanah berikut ini agar mendapat jaminan keselamatan dan kenyamanan berniaga, sekaligus menjadi warga negara yang baik.

PENTING :

Sesuai dengan undang - undang pokok agraria (UUPA) jual beli lahan harus dilakukan secara terang dan tunai. Penjual dan pembeli harus sama - sama tahu dan jujur serta terbuka dalam proses ini. Mengenai kondisi tanah sengketa ataupun girik itu sangat dilarang dalam jual beli ini.

Lahan Sengketa maksudnya lahan atau tanah yang akan dijual itu sedang diperebutkan oleh beberapa pihak.

Pengertian lahan girik sendiri adalah lahan yang menjadi inventaris adat / suku tertentu, meskipun tak memiliki akta yang akurat namun pihak negara sudah mengakui bahwa tanah atau lahan itu adalah lahan girik atau lahan milik adat / suku. Meskipun pada dasarnya memang seluruh kekayaan alam di Indonesia termasuk lahan adalah milik negara.

Di dalam transaksi jual - beli lahan atau tanah, ada data - data yang perlu disiapkan, yaitu :

1. Data Penjual


- Foto copy KTP , apabila sudah menikah sipenjualnya ini, maka foto copy Suami dan Isteri.

- KK, Kartu keluarga (siapkan asli dan foto copy)

- Surat Nikah jika sudah menikah.

- ASLI sertifikat Hak Atas Tanah yang akan dijual, yang itu meliputi Sertifikat Hak Milik tanah, Sertifikat Hak Guna Bangunan, Sertifikat Hak Guna Usaha, Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun ). Selain itu kita memewrlukan Akta Notaris. INGAT , Akta Notaris, bukan PPAT.

- Bukti Pembayaran Pajak Bumi dan Bangungan (PBB) 5 Tahun terkhir. Untuk mengetahui apakah lahan tersebut dalam kondisi terkena sanksi terlambat membayar pajak atau tidak.

- NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak.

- Surat keterangan Warga Negara Indonesia atau Ganti Nama, Bila ada untuk WNI keturunan.

- Surat persetujuan suami isteri.

- Jika sudah ada yang meninggal suami atau isteri penjual, maka perlu diminta akta kematian.

- Jika sudah bercerai, yang harus dibawa adalah surat penetapan akta pembagian harta bersama.


2. Data Pembeli


- Foto Copy KTP pembeli.

- Kartu Keluarga (KK)

- Surat Nikah (Jika sudah Menikah)

- NPWP.


3. Akta Jual Beli atau biasa disebut AJB. ( Dibuat di Kantor PPAT. )


- Sebelumnya AJB dibuat, petugas PPAT akan memeriksa keaslian surat - surat ke kantor pertanahan. Penjual harus membayar pajak penghasilan ( PPh ), sedangkan pembeli harus membayar bea perolehan hak atas tanah dan bangunan atau biasa disebut (BPHTB). Dengan ketentuan perhitungannya sebagai berikut:

Pajak Penjual *yang harus dibayar penjual ( PPh = NJOP / Harga Jual x 5 % )


Pajak Pembeli *yang harus dibayar pembeli ( BPHTB = NJOP / Harga Jual - Nilai Tidak Kena Pajak ) x 5 %.

*NJOP disini adalah singkatan dari Nilai Jual Objek Pajak, yaitu rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar atau yang menjadi harga pasar ataupun yang telah di sepakati.

4. Pembuatan AJB


Dalam proses pembuatan Akta Jual Beli atau AJB harus di hadiri oleh kedua belah pihak penjual dan pembeli. Atau orang lain yang diberikan kuasa dengan mebewakan surat kuasa tertulis. Dan saksi yang perlu dihadirkan setidak - tidaknya dua saksi.

Pihak PPAT akan membacakan dan menerangkan isi perjanjian atau akta tersebut. Kemudian ditandatangani oleh penjual, pembeli, saksi dan pihak PPAT.

5. Kantor Pertanahan


Setelahpembuatan AJB selesai, kemudian PPAT membawa AJB ke kantor pertanahan untuk selanjutnya didata ke direktori negara. Penyerahan berkas AJB harus dilaksanakan selambatnya 7 hari kerja sejak ditandatangani.

Berkas AJB meliputi :

- Surat permohonan balik nama yang telah ditandatangani pembeli,

- Akta Jual Beli dari PPAT,

- Sertifikat Hak Atas Tanah,

- Foto Copy KTP penjual dan pembeli,

- Bukti LUNAS pembayaran PPh dan BPHTB.

Saya kira itu yang kita perlukan untuk mengamankan transaksi jual beli tanah. Memang cukup rumit dan merepotkan, namun hal itu penting karena kita juga tidak ingin suatu saat terjadi hal ganjil bila proses kita tidak sesuai prosedur dan syarat jual beli tanah atau lahan di indonesia.

yang perlu diingat adalah, masalah tanah sengketa atau warisan, dan tanah Girik. Semoga dapat membantu dalam proses pembelian tanah anda.

image:lupasayadoakansajaagaryangpunyasitussehatselalurejekilancarhalalberkahmelimpahselamatduniaakhiratamin@google.com/referensi:ilmurumah.com/

Berita Terkait :